DIGITS FEB Unpad kenalkan Aplikasi Smartambak sebagai Solusi Digital Mitigasi Penyakit Udang

Pada Kamis, 23 Oktober 2025, Pusat Studi Inovasi Digital (DIGITS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB Unpad) menyelenggarakan kegiatan “Mitigasi Penyakit Udang berbasis Teknologi: Aplikasi Smartambak” di Hotel Sutan Raja, Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Aplikasi Smartambak sebagai inovasi digital yang dirancang untuk membantu petambak dalam mendeteksi dan melakukan mitigasi dini terhadap penyakit udang, sekaligus mendapatkan tanggapan langsung dari para petambak di Cirebon mengenai penerapannya di lapangan.

Pengembangan aplikasi ini merupakan hasil dari hibah penelitian kolaboratif KONEKSI yang dibiayai Pemerintah Australia. Penelitian ini melibatkan Universitas Padjadjaran, University of New South Wales (UNSW) Sydney, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), GENICS, dan AIN-SEA, dan dukungan oleh DIGITS Unpad, PSDKU Unpad Kampus Pangandaran, serta Pemerintah Australia.

Kegiatan dibuka oleh drh. Christina Retna Handayani, M.Si. (Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Madya, Direktorat Ikan Air Payau, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI), Sudiharjo, S.A.P., M.Pd. (Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon), serta Prof. Hamzah Ritchi (Ketua Tim Riset dan Kepala DIGITS FEB Unpad), beliau menyampaikan “Kita akan bersama-sama melakukan eksplorasi penggunaan aplikasi Smartambak pada kesempatan ini. Diharapkan, aplikasi ini dapat menjadi langkah awal dalam penerapan teknologi digital yang membantu petambak mengatasi tantangan penyakit udang secara lebih efektif dan berkelanjutan.” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan 2 sesi pematerian utama yang menghadirkan pakar dari berbagai lembaga, sesi pertama dihadiri oleh Dr. Hendra Yusran Siry, S.Pi., M.Sc. (Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumberdaya Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI) yang dipandu oleh Prof. Alexander M.A. Khan, S.Pi., M.Si., Ph.D. (Direktur PSDKU Unpad Kampus Pangandaran), membawakan materi bertema “Ekonomi Biru dan Tantangan Industri Budidaya Udang”, dan sesi kedua oleh Susi Setiawati, S.E., M.Si. (Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon) yang dipandu oleh Prof. Sunu Widianto, S.E., M.Sc., Ph.D. (Dosen FEB Unpad) membawakan materi “Budidaya Udang dan Tantangan Penyakit Udang”.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan dan simulasi penggunaan aplikasi Smartambak yang dipandu oleh Rora Puspita Sari, Ph.D. dari Tim Riset DIGITS Unpad. Dalam sesi ini, para petambak mendapatkan kesempatan untuk mencoba fitur-fitur utama Smartambak dalam mendeteksi potensi penyakit udang berdasarkan gejala yang mereka laporkan. Setelah uji coba, para petambak aktif memberikan masukan untuk penyempurnaan Smartambak agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi nyata yang dibutuhkan di lapangan. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 30 petambak dari berbagai wilayah di Cirebon yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penerapan teknologi digital dalam kegiatan budidaya udang.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Aplikasi Smartambak dapat menjadi tonggak penting dalam transformasi digital sektor budidaya udang di Indonesia. Aplikasi ini kini telah tersedia di Play Store dan akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan lapangan, agar semakin relevan dan bermanfaat bagi para petambak dalam menghadapi tantangan penyakit udang di masa mendatang.

Share this: