Kolaborasi Antarnegara, Unpad Teliti Asal Populasi Pari Manta di Indonesia

Alexander M.A. Khan, M.Si., PhD.*
Laporan oleh Anggi Kusuma Putri [Kanal Media Unpad]
Tim peneliti Universitas Padjadjaran melakukan penelitian mengenai asal populasi ikan pari manta di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, penelitian yang diinisiasi oleh Newcastle University ini merupakan kolaborasi yang dilakukan antara beberapa negara di dunia, seperti Zanzibar, Maladewa, dan beberapa negara pantai di Afrika Timur “Penelitian ini kita ingin mengetahui kira-kira populasi ikan pari manta di Indonesia apakah berasal dari satu populasi yang sama dari belahan dunia yang lain,” jelas dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran Alexander M. A. Khan, M.Si., Ph.D., dalam acara “Hard Talk” bertema “Better the Devil You Know: Addressing Key Data Gaps for the Effective Management of Devil Rays in the Indian Ocean”, Rabu (2/1/2024). Alex menjelaskan bahwa manta ray atau pari manta termasuk ke dalam spesies ikan yang bermigrasi dari satu kawasan ke kawasan yang lain dalam satu hamparan lautan. Oleh karena itu, penelitian kolektif ini bertujuan untuk mengidentifikasi asal populasi ikan pari manta di Indonesia dan yang ada di wilayah lainnya. Alex juga menjelaskan bahwa penelitian yang melibatkan beberapa dosen dari Unpad ini tidak hanya terkait aspek biologis atau identifikasi DNA dari ikan pari manta saja. Penelitian ini juga memiliki pendekatan sosial dan ekonomi bagi masyarakat. “Karena ternyata walaupun ini bycatch tetap memiliki nilai jual, sehingga nelayan itu merasa kalau kita lepas di lautan walaupun dalam kondisi hidup kita rugi, karena mereka bisa jual ke pasar,” jelas Alex. Tidak hanya itu, pendekatan sosial dan ekonomi yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada nelayan mengenai spesies pari manta yang dilindungi oleh pemerintah. “Kalau kita terus lakukan advokasi ke nelayan mudah-mudahan mereka melepaskan,” jelasnya. Alex menyampaikan, lokasi penelitian dipilih di Palabuhanratu dan Cilacap setelah melalui berbagai pertimbangan. Salah satunya berdasar hasil risetnya yang menemukan sejumlah sentra penangkapan ikan pari yang tidak disengaja di Indonesia. Alex juga mengatakan bahwa dari penelitian ini menghasilkan banyak penelitian dengan skala yang lebih kecil. Mini riset di antaranya dilakukan oleh mahasiswa untuk mengidentifikasi isi perut ikan pari manta. Hasil dari penelitian ini adalah informasi mengenai kebiasaan makan pari manta. “Jadi kita tahu feeding habit-nya, sehingga nanti kita bisa menjawab bahwa untuk kawasan-kawasan habitat tertentu jenis plankton ini harus menjadi bagian dari konservasi. Habitatnya kita jaga supaya tidak terjadi booming plankton, tidak terjadi penurunan level dari kepadatan plankton, dan sebagainya,” jelasnya. Selain itu, informasi lain yang sudah didapatkan adalah membandingkan antara DNA pari yang berlokasi di Cilacap dan yang ada di Palabuhanratu. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa keduanya memang serupa dan besar dari populasi yang sama. “Untuk publikasi besar akan melibatkan informasi dari semua negara yang terlibat dalam penelitian. Apakah berasal dari populasi yang sama dan kita juga ingin tahu kondisi oseanografi apa yang paling suitable untuk habitat hidup mereka,” lanjutnya. (art)*