Penjajagan Kerjasama Internasional dalam Upaya Pengembangan Garam Berkualitas Ekspor di PSDKU UNPAD Pangandaran

Tim dari UNPAD, Chunsan Group dari Korea, dan Dinas Kelautan dan Perikanan [DKP] Jawa Barat melakukan kunjungan bersama dalam rangka melihat produksi garam tradisional pada tanggal 21 September 2023  di Dusun Madasari, Pangandaraan. Kunjungan ini merupakan rangkaian penjajakan awal untuk meningkatkan kerjasama di bidang pengelolaan garam di Pantai Selatan Jawa.

Turut hadir dalam kegiatan kunjungan tersebut adalah Direktur Utama PT Chunsan Petani Jaya, Ibu Arini Lee didampingi oleh owner, Bapak Hyun Lee dan staf ahli bernama Bapak Gi Chuel Shin kemudian Ibu Annis Sholihat, S.Pi., MM dan Bapak Asep Mulyadi, S.AP dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat serta Bapak Alexander M. A. Khan S.Pi., M.Si., Ph.D [Ketua Program Studi Perikanan Laut Tropis PSDKU UNPAD Pangandaran], Bapak Noir P. Purba, S.Pi., M.Si dan Bapak Buntora Pasaribu, S.Pi., M.Sc., Ph.D [Departemen Ilmu Kelautan FPIK UNPAD]. Sementara itu, kunjungan ini diterima langsung oleh ketua kelompok petani Garam Madasari, Bapak Toto Latun, yang merupakan kelompok binaan DKP Jawa Barat dan PSDKU UNPAD Pangandaran.

Alexander M.A. Khan, Ph.D sebagai ketua tim menyatakan bahwa quadripartite cooperation untukpegembangan garam antara akademisi, pemerintah, masyarakat dan industri merupakan hal yang sangat penting dilakukan untuk mendorong peningkatan UMKM Dusun Madasari. Dukungan riset yang terintegrasi dari hilir sampai ke hulu akan terus dilakukan oleh tim peneliti Universitas Padjajaran bekerjasama dengan masyarakat petani garam, dari input proses pembuatan garam hingga menjadi produk dan pengemasan produk garam yang siap jual serta pemanfaatan produk sampingan hasil dari produksi garam . Dalam kunjungan tersebut, Tim dari Chungsan Group memperkenalkan proses pembuatan garam dengan metoda rope salt mining processes yang telah sukses dilakukan di Korea Selatan. Pertukaran informasi juga dilakukan oleh Chungsan group untuk penguatan quadripartite cooperation dari proses produksi sampai rencana pemasaran produk garam dengan kualitas grade ekspor serta pemanfaatan hasil sampingan dari produksi garam dari Dusun Madasari kedepannya. Prinsip fairness mutual cooperation yang akan melibatkan pertukaran pengetahuan, teknologi dan keahlian antara perusahaan dan tim riset UNPAD dengan visi untuk meningkatkan kualitas grade ekspor produk garam di Dusun Madasari.

Selain mengunjungi tambak garam masyarakat, kunjungan juga dilakukan di kampus PSDKU UNPAD Pangandaraan dan Marine Station FPIK UNPAD. Pada akhir pertemuan, tim dari Chunsan Group menyatakan bahwa lokasi yang strategis, infrastruktur yang memadai, dan SDM yang mumpuni dimiliki oleh UNPAD sebagai modal yang kuat dalam quadripartite cooperation kedepannya. Oleh karena itu, implementasi kerjasama  di bidang pengelolaan garam ini akan ditindaklanjuti pada pertemuan berikutnya. Selanjutnya, kunjungan ini dipandang sebagai langkah positif dalam peningkatan ekonomi masyarakat berbasis produk lokal dalam mendukung pelestarian pengetahuan tradisional. Sehingga, dalam era keterbukaan dan saling berbagi informasi saat ini, dipandang perlu dan penting untuk menjalin kemitraan antara perusahaan, dunia akademik, pemerintah dan masyarakat lokal guna mendorong pembangunan yang berkelanjutan [sustainable development]. Tidak ketinggalan, masyarakat setempat melalui kelompok tambak Garam Madasari sangat mengapresiasi kunjungan tersebut dan berharap dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi dengan industri yang berskala internasional. Toto Latun sebagai ketua tim dari masyarakat  juga berharap kunjungan ini dapat menjadi pintu masuk dalam mempromosikan produk garam tradisional dan meningkatkan kualitas produk garam yang ada serta melebarkan market produk Garam Madasari.

Pertemuan lanjutan akan dilakukan di Universitas Padjadjaran untuk realisasi kerjasama lebih lanjut sehingga nantinya dapat berkembang pada tahap riset bersama dan ujicoba produksi garam kualitas ekspor mengacu pada metode-metode dari hasil riset yang akan dilakukan. Pada akhirnya, UNPAD berharap dengan adanya kerjasama ini, tidak saja terpusat dalam lingkup riset dan pendidikan, namun berdampak pada akselerasi pembangunan ekonomi masyarakat lokal sebagai implementasi Blue Economy yang berkelanjutan. *AK; NP; BP*

Share this: